Senja di Sini

DSC_0408-2

Iklan

Point to Point 10 km

Hari ini ( 13/02/2013 ) kebetulan ada project kecil – kecilan, point to point wireless sejauh 10 km, bandwith untuk warnet dengan 10 client, setelah saya hitung – hitung pilihan saya jatuh di perangkat Nano Bridge M5 22 dbi , perangkat ini merupakah perangkat yang cukup familiar dengan saya, karena menurut saya pribadi simple, mudah dipasang, dan mudah di konek kan selama syarat nya terpenuhi.url Baca lebih lanjut

Keindahan Alam itu Ternyata Disini

Sudah melihat beberapa postingan terdahulu, jadi pengen meluangkan waktu untuk mengeluarkan cerita yang lain.

Sudah dua tahun idul fitri ini, saya dan teman – teman selalu menghabiskan waktu liburan dengan menikmati keindahan alam sungai yang membentang sepanjang kampung saya. Namanya Sungai Rokan, Sungai ini mempunyai hulu di Sumatra Barat dan Hilir di Selat Malaka, Rokan Hilir.

Di dalam Spead Boat Menuju Lokasi Air Terjun

DSC_0086Perlengkapan Standard untuk membakar daging ayam dan ikan

DSC_0157 Baca lebih lanjut

Tentang TP Link WA500G

TP Link WA500G  menurut saya salah satu akses point yang menjadi andalan saya untuk pelanggan RT RW Net, harga nya yang murah meriah membuat saya semakin bersemangat dengan radio ini, saya bisa beli borongan biasanya sampe 10 Biji, dengan harga paling murah bisa dapat Rp.170.000 .

Tapi beberapa belakangan ini saya sangat terkejut, ternyata TP link WA500G ini sudah discontiniu, dan tidak di jual lagi, alhasil saya terpaksa memilih tipe lain dalam hal ini ada dua pilihan yaitu TPLink TL-WA701ND Lite-N atau TPLink TL-WA5110G (54Mbps), disatu sisi TP link WA701ND murah meriah, namun saya mencoba beberapa kali hasilnya kurang maksimal untuk repater dan client,lalu saya putuskan untuk memakai TP link WA5110G, alhasil performance nya lumayan,dan harganya terpaut 50 ribu,, bagaimana dengan anda, apa sudah mencoba ?

Inverter auto atau ups

Belakangan saya sempat kewalahan karena sering nya mati listrik di derah saya, salam sehari bisa tiga kali, server RT RW Net yang saya punya harus tetap bertahan, tetap nyala, meskipun mati listrik, setahun yang lalu saya masih menggunakan UPS dengan Merk ICA 1200VA, saya modifikasi dengan aki ekseternal sebesar 60 Ah, alhasil mungkin selama aki masih oke, ups ini masih tetap berjalan,namun satu hal yang kadang menjadi catatan bagi saya adalah bahwa kemampuan charger UPS ini hanya di kisaran 0.5 – 1 A/h ini sangat kecil dan akan memakan waktu yang lama untuk mencharger aki sebesar 60 Ah, akhirnya tidak sampai beberapa bulan, aki akan tekor, kemudian beberapa minggu ini saya coba mengganti ups dengan inverter autocharger, dengan daya maksimal 1000VA, saya liat di spesifikasi alat nya bisa mencharger dengan ampere 10 Ah, artinya untuk mencharger aki 60 ah, cukup 6 jam saja,pilihan sebenarnya jatuh kepada inverter charger ini,namun disisi lain harganya cukup menguras kantong,beberapa hari dan minggu depan ini saya akan liat perkembangan nya. bagai mana dengan ups anda ? apa masih tetap awet ?

Membangun RT RW Net

Membangun bisnis Internet seperti model RT RW Net ini gampang – gampang susah menurut saya, banyak hal yang menjadi kendala.Jika kita membayangkan dengan koneksi Speedy Up to 1 Mbps, dengan bulanan Rp.645.000 + 10% PPn, dengan bantuan proxy , kita masih bisa menampung klient hampir 20 klien dengan rata koneksi Up to 256 Kbps,, kalau kita mematok harga Rp.100.000 / Bulan kita masih bisa untung kurang lebih Rp.1.000.000 setelah dikurangi biaya listrik dan telepon, hal ini akan menjadi bertambah jika klien kita lebih dari angka 20.

RT RW Net yang awal nya satu RT bisa menambah beberapa RT bahkan beberapa RW dan kelurahan sebelah, menarik memang jika ditinjau secara bisnis . Tapi kita juga harus mempertimbangkan bagaimana aspek kegiatan masyarakat disekitar kita, apakah mereka memang membutuhkan internet, apakah mereka rata – rata mempunyai laptop, minimal rasa ingin tahu tentang internet dapat juga dinilai sebagai alasan agar kita membangun RT RW Net.

Coba kita perhatikan disekeliling kita, bagaimana kehidupan sosial masyaraaktnya, jika memang mendukung, segera lakukan , bisnis tidak hanya dinilai untuk angan  angan. kita akan merasa sendiri bagaimana pahit dan manisnya dalam  bisnis ini.Kadang  kadang alasan karena jaringan internet sudah ada,, masyarakat sekitar tertarik untuk membeli laptop dan komputer.

Jika dirasa sudah cukup , seperangkat BTS segera kita siapkan, yang terdiri dari :

  1. Antena Omni Directional ( Referensi dari pemakaian saya, merek Hyperlink menjadi pilihan utama )
  2. Sebuah AP ( akses point ) bisa di beli dengan harga Rp.500.000 – Rp.1.000.000  merek Ubiquity atau Mikrotik Groove juga bagus
  3. Kemudian RB750 sejenis nya harus juga disiapkan untuk manajemen bandwith
  4. Satu buah CPU untuk di jadikan Server Proxy untuk penghematan bandwith

Perangkat antena dan AP outdoor bisa diletakkan di  atas atap atau di pasang di pipa besi sepasang, dengan settingan hotspot atau sistem Blok IP,, RT RW Net kita sudah mengudara di sekitar komplek kita.

Membuat Warnet di Desa

Warnet menjadi salah satu trend bisnis sekarang ini, meskipun banyak orang yang beranggapan bahwa warnet tidak menguntungkan. namun banyak juga dan masih banyak juga orang yang tertarik dengan bisnis ini.

Bagaimana dengan bisnis warnet di desa,, apakah menguntungkan dengan dasar bahwa masyarakat tidak mempunyai background dan pengetahuan tentang IT ?

Beberapa bulan belakangan saya berpikiran bagaimana membangun warnet dalam artian berbisnis warnet didesa dengan kondisi :

  • Listrik cukup 24 Jam
  • Tidak ada telepon
  • Tidak ada speedy
  • Masyarakat Masih awam dengan Komputer dan Internet
Mari kita tinjau satu satu  Baca lebih lanjut